RPP K13 BAHASA INDONESIA SMP KELAS 7, 8, DAN 9 SILAKAN UNDUH DI BLOG INI
Kamis, 12 Maret 2020
ERA SMART DALAM TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
Pembelajaran kini berada pada era yang lebih dari canggih (sophisticated). Kini kita para pendidik ada pada era SMART. Artinya, siswa kita berharap layanan pembelajaran yang SMART. Masyarakat kita berharap pembelajaran yang SMART. Semua berkiblat pada SMARTPHONE. Serba mudah, serba instant, serba online, dan serba ada. Para pendidik mau tidak mau, suka tidak suka, harus siap memenuhi ekspektasi para siswa dan masyarakat belajar kita. Jika tidak dapat memenuhi harapan SMART tersebut, maka kita akan kehilangan minat dan motivasi para siswa kita di dalam kelas yang kita bangga-banggakan sebelumnya. Dapat dipastikan pembelajaran yang tidak SMART akan dianggap menjemukan, tidak menarik, membosankan, bahkan dianggap mubadzir oleh para siswa.
Bayangkan, siswa kita sudah berada dalam pola SMART. Membaca buku dan mengasah literasi kurang diminati. Akan tetapi, membaca postingan status medsos, menonton video Youtube, dan bermain game online sangat digandrungi, bahkan banyak para siswa yang ketagihan. Bila, pembelajaran yang kita bawa ke dalam kelas ternyata miskin inovasi dan kreasi, terlalu banyak tugas yang membebani para siswa, membuat suasana hati para siswa tidak bahagia, terlalu banyak teori dan kata-kata yang memenuhi memori para siswa, terlalu tergantung pada buku teks, terlalu banyak LKS, maka kita akan dicuekin, tidak dipedulikan, bahkan akan ditinggalkan para siswa. Para siswa yang kita harapkan mengerjakan tugas-tugas pembelajaran, pada akhirnya akan sibuk bermain dengan teman-temannya di dalam kelas. Ada yang ngobrol. Ada yang tidur. Ada yang menggunjing gurunya yang sibuk berteori.
Nah, masihkah kita para pendidik akan mempertahankan pembelajaran konvensional, bahkan yang tradisional. Langkah yang bijak tentu kita harus berubah. Menuju pembelajaran yang SMART yang diharapkan masyarakat belajar kita. Marilah kita bawa pembelajaran kita ke dalam dunia para siswa. Materi dan metode pembelajaran perlu kita tarik ke dalam dunia medsos, game, dan inovasi atraktif yang lain. Media pembelajaran kita perlu kita update sehingga bisa mengimbangi medsos, Youtube, dan game online. Gaya mengajar kita perlu kita update seperti host dalam acara talk show di televisi. Kelas perlu kita setting seperti dunia para siswa. Perpustakaan perlu kita tingkatkan menjadi perpustakaan digital plus layanan internet bandwitch tinggi. Lingkungan sekolah perlu kita ubah menjadi taman-taman yang hijau dan ramah lingkungan. Koperasi sekolah perlu kita setting seperti minimarket modern. Kantin perlu diubah seperti resto kuliner alam. Pendeknya, sekolah kita menjadi surga dunia bagi para siswa dan guru-gurunya.
Langkah ini perlu tahapan sesuai skala prioritas. Kalau tidak ada skala prioritas, anggaran sekolah tidak mampu membiayainya. Yang pertama dan yang paling utama adalah menata ulang pembelajaran dalam kelas. Setelah itu baru pada sarana dan prasarana pendukung pembelajaran tersebut.
Mari kita menuju pembelajaran SMART sesuai kondisi sekolah kita. Sekadar opini, semoga bermanfaat.
Langganan:
Komentar (Atom)